qHP/WA: 081330893689
Hot Item!

DEALER WULING SURABAYA JATIM

HP/WA : 081330893689 (Wahyu)
PROMO HARGA CICILAN / KREDIT WULING SURABAYA, SIDOARJO, GRESIK & SELURUH WILAYAH JAWA TIMUR - HP/WA : 081330893689
Beranda » Mobil Wuling » KOTA SURABAYA | JAWA TIMUR | WulingSurabaya.Net

KOTA SURABAYA | JAWA TIMUR | WulingSurabaya.Net

Dealer Wuling Surabaya | Dilihat: 28 kali

Surabaya Pusat, Surabaya Selatan, Surabaya Utara, Surabaya Timur, Surabaya Selatan, surabaya, kota surabaya, Asemrowo, Genting, Kalianak, Tambak Sarioso, Kandangan, Romokalisari, Sememi, Tambak Osowilangun, Alun-Alun Contong, Bubutan, Gundih, Jepara, Tembok Dukuh, Bulak, Kedungcowek, Kenjeran, Sukolilo Baru. Dukuh Kupang, Dukuh Pakis, Gunung Sari, Pradah Kalikendal, Dukuh Menanggal, Gayungan, Ketintang, Menanggal, Embong Kaliasin, Genteng, Kapasari, Ketabang, Peneleh, Airlangga, Barata Jaya, Gubeng, Kertajaya, Mojo, Pucangsewu, Gunung Anyar, Gunung Anyar Tambak, Rungkut Menanggal, Rungkut Tengah, Jambangan, Karah, Kebonsari, Pagesangan, Karang Pilang, Kebraon, Kedurus, Warugunung, Bulakbanteng, Tambakwedi, Tanah Kalikedinding, Sidotopo Wetan, Dupak, Kemayoran, Krembangan Selatan, Morokrembangan, Perak Barat, Bangkingan, Jeruk, Lakarsantri, Lidah Kulon, Lidah Wetan, Sumur Welut, Dukuh Sutorejo, Kalijudan, Kalisari, Kejawan Putih Tambak, Manyar Sabrangan, Mulyorejo, Bongkaran, Krembangan Utara, Nyamplungan, Perak Timur, Perak Utara, Babat Jerawat, Benowo, Pakal, Sumberejo, Kali Rungkut, Kedung Baruk, Medokan Ayu, Penjaringan Sari, Rungkut Kidul, Wonorejo, Bringin, Made, Lontar, Sambikerep, Banyu Urip, Kupang Krajan, Pakis, Petemon, Putat Jaya, Sawahan, Ampel, Pegirian, Sidotopo, Ujung, Wonokusumo, Kapasan, Sidodadi, Simokerto, Simolawang, Tambakrejo, Gebang Putih, Keputih, Klampisngasem, Medokan Semampir, Menur Pumpungan, Nginden Jangkungan, Semolowaru, Putatgede, Simomulyo, Simomulyo Baru, Sonokwijenan, Sukomanunggal, Tanjungsari, Dukuh Setro, Gading, Kapas Madya, Pacar Kembang, Pacar Keling, Ploso, Rangkah, Tambaksari, Balongsari, Banjar Sugihan, Karang Poh, Manukan Kulon, Manukan Wetan, Tandes, Dr. Sutomo, Kedungdoro, Keputran, Tegalsari, Wonorejo, Kendangsari, Kutisari, Panjang Jiwo, Tenggilis Mejoyo, Babatan, Balasklumprik, Jajar Tunggal, Wiyung, Bendul Merisi, Jemur Wonosari, Margorejo, Sidosermo, Siwalan Kerto, Darmo, Jagir, Ngagel, Ngagelrejo, Sawunggaling, Wonokromo

KOTA SURABAYA | JAWA TIMUR | WulingSurabaya.Net

Kota Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia, sekaligus kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kota ini terletak 800 km sebelah timur Jakarta, atau 435 km sebelah barat laut Denpasar, Bali. Surabaya terletak di pantai utara Pulau Jawa bagian timur dan berhadapan dengan Selat Madura serta Laut Jawa.

Surabaya Terdiri Dari:

  • Surabaya Pusat
  • Surabaya Selatan
  • Surabaya Utara
  • Surabaya Timur
  • Surabaya Selatan

Surabaya memiliki luas sekitar ±326,81 km², dan 3.158.943 jiwa penduduk pada tahun 2019. Daerah metropolitan Surabaya yaitu Gerbangkertosusila yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa, adalah kawasan metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek. Surabaya dan wilayah Gerbangkertosusila dilayani oleh sebuah bandar udara, yakni Bandar Udara Internasional Juanda yang berada 20 km di sebelah selatan kota, serta dua pelabuhan, yakni Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Ujung.

Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan Arek-Arek Suroboyo (Pemuda-pemuda Surabaya) dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari serangan penjajah. Surabaya juga sempat menjadi kota terbesar di Hindia Belanda dan menjadi pusat niaga di Nusantara yang sejajar dengan Hong Kong dan Shanghai pada masanya. Menurut Bappenas, Surabaya adalah salah satu dari empat pusat pertumbuhan utama di Indonesia, bersama dengan Medan, Jakarta, dan Makassar.

Kata Surabaya  sering diartikan secara filosofis sebagai lambang perjuangan antara darat dan air. Selain itu, dari kata Surabaya juga muncul mitos pertempuran antara ikan sura / suro (ikan hiu) dan baya / boyo (buaya), yang menimbulkan dugaan bahwa terbentuknya nama “Surabaya” muncul setelah terjadinya pertempuran tersebut.

Asal-usul Surabaya

Bukti sejarah menunjukkan bahwa Surabaya sudah ada jauh sebelum zaman kolonial, seperti yang tercantum dalam prasasti Trowulan I, berangka 1358 M. Dalam prasasti tersebut terungkap bahwa Surabaya (Churabhaya) masih berupa desa di tepi sungai Brantas dan juga sebagai salah satu tempat penyeberangan penting sepanjang daerah aliran sungai Brantas. Surabaya juga tercantum dalam pujasastra Kakawin Nagarakretagama yang ditulis oleh Empu Prapañca yang bercerita tentang perjalanan pesiar Raja Hayam Wuruk pada tahun 1365 M dalam pupuh XVII (bait ke-5, baris terakhir).

Walaupun bukti tertulis tertua mencantumkan nama Surabaya berangka tahun 1358 M (Prasasti Trowulan) dan 1365 M (Nagarakretagama), para ahli menduga bahwa wilayah Surabaya sudah ada sebelum tahun-tahun tersebut. Menurut pendapat budayawan Surabaya berkebangsaan Jerman Von Faber, wilayah Surabaya didirikan tahun 1275 M oleh Raja Kertanegara sebagai tempat permukiman baru bagi para prajuritnya yang berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan pada tahun 1270 M. Pendapat yang lainnya mengatakan bahwa Surabaya dahulu merupakan sebuah daerah yang bernama Ujung Galuh.

Versi lain menyebutkan, Surabaya berasal dari cerita tentang perkelahian hidup-mati antara Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon, setelah mengalahkan pasukan Kekaisaran Mongol utusan Kubilai Khan atau yang dikenal dengan pasukan Tartar, Raden Wijaya mendirikan sebuah keraton di daerah Ujung Galuh dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu. Lama-lama karena menguasai ilmu buaya, Jayengrono semakin kuat dan mandiri sehingga mengancam kedaulatan Kerajaan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono, maka diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu sura.

Adu kesaktian dilakukan di pinggir Kali Mas, di wilayah Peneleh. Perkelahian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis, karena keduanya meninggal setelah kehilangan tenaga.

Nama Śūrabhaya sendiri dikukuhkan sebagai nama resmi pada abad ke-14 oleh penguasa Ujung Galuh, Arya Lêmbu Sora.

Wilayah Surabaya dahulu merupakan gerbang utama untuk memasuki ibu kota Kerajaan Majapahit dari arah lautan, yakni di muara Kali Mas. Bahkan hari jadi kota Surabaya ditetapkan yaitu pada tanggal 31 Mei 1293. Hari itu sebenarnya merupakan hari kemenangan pasukan Majapahit yang dipimpin Raden Wijaya terhadap serangan pasukan Mongol. Pasukan Mongol yang datang dari laut digambarkan sebagai SURA (ikan hiu / berani) dan pasukan Raden Wijaya yang datang dari darat digambarkan sebagai BAYA (buaya / bahaya), jadi secara harfiah diartikan berani menghadapi bahaya yang datang mengancam. Maka hari kemenangan itu diperingati sebagai hari jadi Surabaya.

Pada abad ke-15, Islam mulai menyebar dengan pesat di daerah Surabaya. Salah satu anggota Walisongo, Sunan Ampel, mendirikan masjid dan pesantren di wilayah Ampel. Tahun 1530, Surabaya menjadi bagian dari Kerajaan Demak.

Menyusul runtuhnya Demak, Surabaya menjadi sasaran penaklukan Kesultanan Mataram, diserbu Panembahan Senopati tahun 1598, diserang besar-besaran oleh Panembahan Seda ing Krapyak tahun 1610, dan diserang Sultan Agung tahun 1614. Pemblokan aliran Sungai Brantas oleh Sultan Agung akhirnya memaksa Surabaya menyerah. Suatu tulisan VOC tahun 1620 menggambarkan, Surabaya sebagai wilayah yang kaya dan berkuasa. Panjang lingkarannya sekitar 5 mijlen Belanda (sekitar 37 km), dikelilingi kanal dan diperkuat meriam. Tahun tersebut, untuk melawan Mataram, tentaranya sebesar 30.000 prajurit.[8]

Tahun 1675, Trunojoyo dari Madura merebut Surabaya, namun akhirnya didepak VOC pada tahun 1677.

Dalam perjanjian antara Pakubuwono II dan VOC pada tanggal 11 November 1743, Surabaya diserahkan penguasaannya kepada VOC. Gedung pusat pemerintahan Karesidenan Surabaya berada di mulut sebelah barat Jembatan Merah. Jembatan inilah yang membatasi permukiman orang Eropa (Europeesche Wijk) waktu itu, yang ada di sebelah barat jembatan dengan tempat permukiman orang Tionghoa; Melayu; Arab; dan sebagainya (Vremde Oosterlingen), yang ada di sebelah timur jembatan tersebut. Hingga tahun 1900-an, pusat kota Surabaya hanya berkisar di sekitar Jembatan Merah saja.

Kota Surabaya memiliki 31 kecamatan dan 154 kelurahan (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduk 2.827.892 jiwa dan luas wilayah 350,54 km² dan tingkat kepadatan penduduk sebesar 8.067 jiwa/km².

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Surabaya adalah sebagai berikut;

Daftar
Kelurahan

 

links : surabaya, sidoarjo, gresik, jawa timur

tags: Surabaya Pusat, Surabaya Selatan, Surabaya Utara, Surabaya Timur, Surabaya Selatan, surabaya, kota surabaya, Asemrowo, Genting, Kalianak, Tambak Sarioso, Kandangan, Romokalisari, Sememi, Tambak Osowilangun, Alun-Alun Contong, Bubutan, Gundih, Jepara, Tembok Dukuh, Bulak, Kedungcowek, Kenjeran, Sukolilo Baru. Dukuh Kupang, Dukuh Pakis, Gunung Sari, Pradah Kalikendal, Dukuh Menanggal, Gayungan, Ketintang, Menanggal, Embong Kaliasin, Genteng, Kapasari, Ketabang, Peneleh, Airlangga, Barata Jaya, Gubeng, Kertajaya, Mojo, Pucangsewu, Gunung Anyar, Gunung Anyar Tambak, Rungkut Menanggal, Rungkut Tengah, Jambangan, Karah, Kebonsari, Pagesangan, Karang Pilang, Kebraon, Kedurus, Warugunung, Bulakbanteng, Tambakwedi, Tanah Kalikedinding, Sidotopo Wetan, Dupak, Kemayoran, Krembangan Selatan, Morokrembangan, Perak Barat, Bangkingan, Jeruk, Lakarsantri, Lidah Kulon, Lidah Wetan, Sumur Welut, Dukuh Sutorejo, Kalijudan, Kalisari, Kejawan Putih Tambak, Manyar Sabrangan, Mulyorejo, Bongkaran, Krembangan Utara, Nyamplungan, Perak Timur, Perak Utara, Babat Jerawat, Benowo, Pakal, Sumberejo, Kali Rungkut, Kedung Baruk, Medokan Ayu, Penjaringan Sari, Rungkut Kidul, Wonorejo, Bringin, Made, Lontar, Sambikerep, Banyu Urip, Kupang Krajan, Pakis, Petemon, Putat Jaya, Sawahan, Ampel, Pegirian, Sidotopo, Ujung, Wonokusumo, Kapasan, Sidodadi, Simokerto, Simolawang, Tambakrejo, Gebang Putih, Keputih, Klampisngasem, Medokan Semampir, Menur Pumpungan, Nginden Jangkungan, Semolowaru, Putatgede, Simomulyo, Simomulyo Baru, Sonokwijenan, Sukomanunggal, Tanjungsari, Dukuh Setro, Gading, Kapas Madya, Pacar Kembang, Pacar Keling, Ploso, Rangkah, Tambaksari, Balongsari, Banjar Sugihan, Karang Poh, Manukan Kulon, Manukan Wetan, Tandes, Dr. Sutomo, Kedungdoro, Keputran, Tegalsari, Wonorejo, Kendangsari, Kutisari, Panjang Jiwo, Tenggilis Mejoyo, Babatan, Balasklumprik, Jajar Tunggal, Wiyung, Bendul Merisi, Jemur Wonosari, Margorejo, Sidosermo, Siwalan Kerto, Darmo, Jagir, Ngagel, Ngagelrejo, Sawunggaling, Wonokromo

Bagikan informasi tentang KOTA SURABAYA | JAWA TIMUR | WulingSurabaya.Net kepada teman atau kerabat Anda.

KOTA SURABAYA | JAWA TIMUR | WulingSurabaya.Net | PROMO DEALER WULING SURABAYA | WA: 081330893689

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
SIDEBAR

Dealer Wuling Surabaya

WULING PERDANA KENJERAN SURABAYA

Jl. Raya Kenjeran No. 619 Surabaya
HP/WA: 081330893689

Visitor

006523
Users Today : 7
Users Yesterday : 17
Who's Online : 1
Your IP Address: 3.80.3.192
Server Time: 2021-10-27
CALL NOW: 081330893689